Sabda Pandito Ratu Tan Kena wola wali
Dalam kehidupan, ucapan seseorang sering kali menentukan seberapa besar kepercayaan yang diberikan kepadanya. Filsafat Jawa memiliki banyak ajaran bijak tentang nilai kejujuran, keteguhan, dan tanggung jawab dalam berbicara. Salah satunya adalah “Sabda Pandito Ratu Tan Kena Wola Wali.” Saya memilih membahas filsafat ini karena relevansinya dengan kepemimpinan, komitmen, dan integritas yang sangat dibutuhkan dalam berbagai aspek kehidupan.
Makna “Sabda Pandito Ratu Tan Kena Wola Wali”
Secara harfiah, ungkapan ini berarti bahwa perkataan seorang pemimpin (ratu) dan seorang bijak atau ulama (pandito) tidak boleh diingkari atau diubah-ubah (tan kena wola wali). Filosofi ini menekankan bahwa seorang pemimpin sejati harus memiliki keteguhan dalam berucap.
Dalam budaya Jawa, seorang pemimpin tidak hanya dinilai dari kepintarannya, tetapi juga dari seberapa konsisten ia menepati janjinya. Kata-kata yang diucapkan bukan sekadar formalitas, melainkan sebuah komitmen yang harus diwujudkan. Oleh karena itu, siapa pun yang berperan sebagai pemimpin—baik dalam keluarga, organisasi, maupun negara—harus berpikir matang sebelum berbicara dan memastikan bahwa ucapannya dapat dipertanggungjawabkan.
Relevansi dalam Kehidupan Modern
Saya memilih untuk membahas filsafat ini karena dalam dunia saat ini, banyak orang yang mudah mengucapkan janji, tetapi sulit untuk menepatinya. Di bidang politik, bisnis, bahkan dalam kehidupan sosial sehari-hari, sering kali kita menemukan orang-orang yang berbicara manis di awal, tetapi mengingkari perkataannya kemudian.
Filsafat “Sabda Pandito Ratu Tan Kena Wola Wali” mengajarkan bahwa:
1. Seorang pemimpin harus berhati-hati dalam berbicara. Kata-kata memiliki bobot dan konsekuensi.
2. Kepercayaan dibangun dari konsistensi. Jika seseorang sering mengingkari perkataannya, ia akan kehilangan wibawa.
3. Tanggung jawab adalah kunci kepemimpinan yang kuat. Setiap janji atau keputusan harus diiringi dengan kesungguhan untuk menepatinya.
Kesimpulan
Filosofi ini tidak hanya berlaku bagi raja atau pemuka agama, tetapi juga bagi setiap individu yang ingin menjadi pribadi yang dipercaya dan dihormati. Dalam dunia yang semakin kompleks, memegang teguh komitmen dan integritas dalam berbicara adalah salah satu kunci untuk menjadi pemimpin yang berpengaruh dan dihormati.
Dengan memahami dan menerapkan nilai dari “Sabda Pandito Ratu Tan Kena Wola Wali,” kita dapat menjadi pribadi yang lebih bertanggung jawab, berwibawa, dan dihormati dalam lingkungan kita.
Komentar
Posting Komentar